CukuplahAllah menjadi pelindung dan cukuplah Allah menjadi penolong (bagimu)." (Surat An Nisa Ayat 45) "Sesungguhnya pelindungku adalah Allah yang telah menurunkan Kitab (Al-Qur'an). Dia melindungi orang-orang saleh." (Surat Al A'raf Ayat196). Dengan rasa cinta kepada Allah dan rasul-Nya sebagai fondasi keimanan, umat Muslim
CukupAllah sebagai penolong kami dan Dia adalah sebaik-baik Pelindung (QS. Ali Imran 173). đJembatan Tali Tiga đ·: @awenks7. #cartenzpyramid #papua #indonesiajuara #highaltitudecampers #cameraperson #cam7 #parapetualangcantikt7 #trans7. 236w. ericaputrii. Verified.
kedudukandoa dalam ibadah ibarat mustaka dari sebuah bangunan mesjid. Doa adalah tiang penyangga, komponen penguat serta syiar dalam sebuah peribadatan. Dikatakan demikian karena doa adalah bentuk pengagungan terhadap Allah dengan disertai keikhlasan hati serta permohonan pertolongan yang disertai kejernihan nurani agar selamat dari segala musibah serta meraih keselamatan abadi.
Vay Tiá»n Online Chuyá»n KhoáșŁn Ngay. CUKUPLAH ALLAH SEBAGAI PENOLONG DAN PELINDUNG Oleh Azwir B. Chaniago Kalimat Hasbunallahu wa Niâmal Wakiil bermakna Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik baik Pelindungâ, mengandung hikmah serta keutamaan yang sangat agung untuk diucapkan oleh orang orang yang beriman ketika menghadapi musuh atau atau ketika dihadapkan kepada kesulitan yang besar. Dua diantara Rasul yang mulia, dua Khalilullah yaitu kekasih Allah yang paling dekat dengan-Nya pernah mengucapkan kalimat ini ketika mendapat kesulitan. Pertama Nabi Ibrahim alahis salam. Beliau mengucapkan kalimat ini pada saat akan dilemparkan oleh kaumnya kedalam api yang menyala nyala karena beliau menentang perbuatan mereka melakukan kesyirikan dengan menyembah patung. Lalu seketika itu juga datang pertolongan Allah Taâala. Api yang secara asal adalah panas dan membakar ternyata menjadi dingin sehingga Nabi Ibrahim selamat. Allah Taâala berfirman âQulnaa yaa naaru kuunii bardan wa salaman ala ibraahiimâ. Kami Allah berfirman Wahai api !. Jadilah kamu dingin dan penyelamat bagi Ibrahim. al Anbiyaâ 69. Kedua Nabi Muhammad Salallahu alaihi Wasallam. Rasulullah mengucapkan kalimat ini pada saat datang kabar bahwa pasukan musuh telah berkumpul untuk menyerang beliau. Tentang hal ini diriwayatkan oleh Imam Bukhari, dari Ibnu Abbas dia berkata âCukuplah Allah bagi kami dan Allah adalah sebaik baik Pelindungâ Nabi Ibrahim alaihis salam membacanya ketika beliau dilemparkan ke dalam api dan Nabi Muhammad Salallahu alaihi Wasallam membacanya ketika kaumnya berkata kepada beliau âSesungguhnya manusia telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang engkau, karena itu takutlah kepada mereka, tetapi perkataan itu malah menambah keimanan mereka dan mereka berkata Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik baik Pelindungâ Ali Imran 173. Imam Ibnul Qayyim berkata âCukuplah Allah sebagai pelindung orang orang yang bertawakal kepada-Nya dan Pelindung orang yang berlindung kepada-Nya. Dialah yang mengamankan rasa takut orang yang takut dan Pengayom orang yang bernaung. Maka barangsiapa menjadikan-Nya sebagai pelindung, meminta tolong kepada-Nya dan bertawakal kepada-Nya serta memurnikan segalanya kepada-Nya, niscaya Allah akan menolongnya, melindungi, memelihara dan menjaganya. Barangsiapa takut dan kertakwa kepada-Nya niscaya Dia mengamankannya dari apa yang ia takutkan dan ia khawatirkan serta Dia akan mendatangkan manfaat yang dibutuhkannyaâ. Jadi membaca kalimat Hasbunallahu wa Niâmal Wakiil adalah pelajaran yang dicontohkan oleh Nabi Ibrahim alaihis salam dan Nabi Muhammad Salallahu alaihi Wasallam. Oleh karena itu sangatlah dianjurkan jika kita juga melazimkan untuk membaca kalimat ini di saat saat menghadapi kesulitan besar dalam kehidupan. Ini adalah kalimat pernyataan seorang hamba untuk hanya bertawakal dan berserah diri kepada Allah Taâala. Sungguh Allah Taâala telah berfirman âWa alallahi fa tawakkaluu inkuntum muâminiinâ. Dan bertawakallah kamu hanya kepada Allah, jika kamu orang yang beriman. al Maidah 23. Allah Taâala berfirman âHuwa maulaakum fa niâmal maulaa wa niâman nashiirâ. Dialah Pelindungmu. Dia sebaik baik pelindung dan sebaik baik penolong. al Hajj 78. Insya Allah ada manfaatnya bagi kita semua. Wallahu Aâlam. 609.
Cukuplah Allah sebagai penolong. Meskipun, ada beberapa orang yang pantas diminta tolong. Meskipun, pertolongan manusia seolah lebih cepat dan kongkrit. Idealisme seorang mukmin mengajarkan bahwa Allah adalah tempat meminta tolong. Iyyaka naâbudu waiyyaka nastaâin. Hanya kepadaMu ya Allah kami menyembah, dan hanya kepadaMu kami meminta tolong. Namun dalam kenyataannya, idealisme itu kadang terlupakan. Ketika musibah datang, yang terpikirkan untuk diminta tolong adalah orang-orang yang dianggap âpotensialâ. Di antara mereka ada majikan. Ada juga orang tua. Ada kerabat yang punya kemampuan ekonomi lumayan, dan lainnya. Sementara Allah terlupakan. Baru teringat Allah ketika mereka yang âpotensialâ itu tidak memberikan respon. Mungkin mereka merasa sudah keseringan dimintai tolong. Mungkin juga karena mereka sudah tidak lagi âpotensialâ seperti sebelumnya. Ketika yang dirasa âpotensialâ itu lenyap, hanya ada satu yang belum gencar diminta. Siapa lagi kalau bukan Allah subhanahu wataâala. Pertanyaannya, kenapa Allah sebagai pihak yang tersisa setelah yang lainnya tidak mau menolong? Apa Allah lebih pantas sebagai posisi cadangan? Di sinilah keadaan keimanan kita. Iman memang tidak bisa dilihat seperti saldo rekening uang tabungan kita. Tidak juga seperti jumlah beras dan sembako di dapur rumah kita. Sesuatu yang sering kita ucapkan dalam zikir dan shalat kita, kadang hanya berhenti sekadar ucapan. Tidak mengendap dalam hati yang paling dalam, apalagi hidup dalam perbuatan. âIyyaaka naâbudu waiyyaaka nastaâin.â Ucapan zikir lainnya mengatakan, âHasbunallahu waniâmal wakil.â Cukuplah Allah sebagai tempat bersandar kami. Kadang dengan rahmat dan sayangNya, Allah âmenggiringâ kita pada tuntutan bukti atas yang kita ucapkan itu. Yaitu, ketika memang akhirnya tak satu pun pihak yang mau menolong. Tak ada lagi pihak-pihak âpotensialâ yang biasa kita andalkan. Saat itu, barulah kita tersadar bahwa hanya Allah yang pantas untuk dimintai tolong. Dan hanya Allah sebagai tempat untuk bersandar dari segala beban hidup. Kenapa tidak dilakukan sejak awal? Allah pun memaklumi karena manusia memang pelupa. Manusia hanya ingat dengan yang dekat dan terlihat meskipun sedikit. Tapi lupa dengan seolah jauh dan tak terlihat, meskipun berlimpah. âDan ketika hamba-hambaKu bertanya tentang Aku, katakanlah bahwa Aku dekat. Aku mengabulkan semua permintaan ketika diminta. Maka, sambutlah seruanKu dan berimanlah kepadaKu agar mereka mendapat bimbingan.â [Mh]
- Menyerahkan semua perkara kepada Allah, bertawakal kepada-Nya, percaya sepenuhnya terhadap janji-janji-Nya, ridha dengan apa yang dilakukan-Nya, berbaik sangka kepada-Nya, dan menunggu dengan sabar pertolongan dari-Nya merupakan buah keimanan yang paling agung dan sifat paling mulia dari seorang mukmin. Dan ketika seorang hamba tenang bahwa apa yang akan terjadi itu baik baginya, dan ia menggantungkan setiap permasalahannya hanya kepada Rabb-nya, maka ia akan mendapatkan pengawasan, perlindungan, pencukupan serta pertolongan dari Allah. Syahdan, ketika Nabi Ibrahim dilempar ke dalam kobaran api, ia mengucapkan, âHasbunalldh wa niâmal wakil,â maka Allah pun menjadikan api yang panas itu dingin seketika. Dan Ibrahim pun tidak terbakar. Baca juga La Tahzan Iman adalah Kehidupan Demikian halnya yang dilakukan Rasulullah dan para sahabatnya. Tatkala mendapat ancaman dari pasukan kafir dan penyembah berhala, mereka juga mengucapkan, âHasbunallah wa niâmal wakil.â Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung. Maka mereka kembali dengan nikmat dan karunia yang besar dari Allah, mereka tidak mendapat bencana apa-apa, mereka mengikuti keridhaan Allah. Dan, Allah mempunyai karunia yang besar. QS. Ali Imran 173-174 Manusia tidak akan pernah mampu melawan setiap bencana, menaklukkan setiap derita, dan mencegah setiap malapetaka dengan kekuatannya sendiri. Sebab, manusia adalah makhluk yang sangat lemah. Baca juga La Tahzan Demikianlah, Telah Kami Jadikan Kamu Umat yang Adil dan Pilihan Mereka akan mampu menghadapi semua itu dengan baik hanya bila bertawakal kepada Rabb-nya, percaya sepenuhnya kepada Pelindungnya, dan menyerahkan semua perkara kepada-Nya. Karena, jika tidak demikian, jalan keluar mana lagi yang akan ditempuh manusia yang lemah tak berdaya ini saat menghadapi ujian dan cobaan? Dan, hanya kepada Allahlah hendaknya kamu bertawakal jika kamu benar-benar beriman. QS. Muhammad 8 Dan, orang-orang yang kafir maka kecelakaanlah bagi mereka dan Allah menghapus amal-amal mereka. QS. Al-Maâidah 23 Wahai orang yang ingin menyadarkan dirinya, bertawakallah kepada Yang Maha Kuat dan Maha Kaya yang kekuatan amat besar ada pada-Nya. Itu bila Anda mau keluar dari kesusahan dan selamat dari bencana. Baca juga La Tahzan Selalu Ingatlah pada Surga yang Seluas Langit dan Bumi! Sumber La Tahzan Karya DR. 'Aidh al-Qarni
cukup allah sebagai penolong dan pelindungku